Minyak tubuh untuk pijat adalah campuran khusus dari minyak pembawa dan seringkali minyak esensial, dirancang untuk memudahkan gerakan yang halus dan licin selama sesi pemijatan sekaligus memberi nutrisi pada kulit dan meningkatkan relaksasi. Minyak pembawa, seperti minyak almond manis, jojoba, atau minyak biji anggur, memberikan tekstur yang licin sehingga mengurangi gesekan antara tangan dan kulit, memungkinkan sapuan yang lancar untuk meningkatkan sirkulasi dan relaksasi otot. Minyak-minyak ini dipilih berdasarkan kelembutannya, tingkat penyerapan, serta manfaatnya bagi kulit—minyak almond manis bersifat lembut dan melembapkan, sangat cocok untuk kulit sensitif, sedangkan minyak jojoba menyerupai sebum alami kulit, menjadikannya cocok untuk semua jenis kulit. Minyak tubuh untuk pijat sering kali mengandung minyak esensial seperti lavender, yang memiliki efek menenangkan untuk mengurangi stres dan kecemasan selama pemijatan, atau minyak eucalyptus yang membantu meredakan ketegangan otot dan menyegarkan pikiran. Minyak esensial ini menambah manfaat aroma terapi, meningkatkan pengalaman sensorik secara keseluruhan serta mendukung kesejahteraan emosional. Berbeda dengan losion atau krim, minyak tubuh untuk pijat tidak diserap kulit secepat itu, memberikan pelumasan yang lebih tahan lama dan mendukung sesi pemijatan yang lebih panjang. Minyak ini juga meninggalkan kulit terasa lembut, terhidrasi, dan harum setelah pemijatan, sehingga menghilangkan kebutuhan akan pelembap tambahan. Minyak tubuh untuk pijat bersifat serbaguna, digunakan dalam berbagai teknik pemijatan mulai dari Swedish hingga deep tissue, dan dapat disesuaikan dengan campuran minyak esensial berbeda untuk menargetkan kebutuhan tertentu, seperti relaksasi, pereda rasa sakit, atau peningkatan energi. Kemampuannya menggabungkan manfaat fisik dan sensorik menjadikan minyak tubuh untuk pijat sebagai alat penting baik bagi terapis profesional maupun penggemar pijat di rumah.